RSS

Arsip Kategori: Tulisan Bebas

Kumpulan tulisan tanpa kategori.

Khutbah Iedul Fithri 1433 H

بسم الله الرحمن الرحيم

Muqaddimah

الحمد لله، الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق، ليظهره على الدين كله، وكفى بالله شهيدا.

الحمد لله، الذي كتب علينا الصيام، وجعله لنا علامةَ الطاعة والإيمانِ، وكفى به المسلمين نِعَما وفرحا.

الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، في كل لحظات يعطيها لنا من عنده فرصة وبركة.

ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، عياذا متلوا من عنده بالمغفرة والرحمة.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، فاطرُ السماوات والأرض وما بينهما من البرية.

وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، خاتَمُ الأنبياء والمرسلين وحامل تعب الرسالة بكل حماسة.

فالصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم لقاء رب الجنة.

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون.

وقد قال الله تعالى في القرآن الكريم: ياأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

Puji syukur hanyalah untuk Allah Ta’ala, Yang telah memberikan nikmat dan rahmat-Nya, petunjuk dan ampunan-Nya, kepada seluruh kaum muslimin di manapun mereka berada.

Puji syukur hanyalah untuk Allah Ta’ala, Yang mempersaudarakan kita dalam ikatan Aqidah suci, Aqidah Tauhid, Aqidah Ibrahim Alaihis Salam, Aqidah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan Aqidah seluruh Nabi Alaihimus Salam.

Dan tak lupa, shalawat serta salam, semoga tetap tercurah atas Rasulillah Muhammad bin Abdillah, yang berjuang bertaruh nyawa di medan da’wah dan jihad, demi tegaknya kalimatillah.

الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 19 Agustus 2012 in Tulisan Bebas

 

Menolak Madzahib atau Menolak Ushul Fiqh

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang alumni tahun kemarin berkunjung ke Asrama Putra yang biasanya tidak hanya sekedar mengobati rasa kangen kepada gedung-gedung yang menjadi semacam monumen di dalam kotak memorinya, tapi juga kepada para asatidz dan terutama mantan adik kelas yang mengisi hampir seluruh waktu hidupnya selama di pesantren, dan tentu saja untuk cerita pengalaman di luar atau barangkali sharing ilmu yang sedang ia tuntut sekarang di bangku-bangku kuliah di luar sana atau bertanya kepada para asatidz tentang hal-hal pelik yang ia jumpai di kala belajarnya. Nah, alasan yang terakhir inilah yang menjadi bahan tulisan saya kali ini.

Logika Sederhana

Sesaat sebelum ia pamit pulang ke rumahnya, ia sempatkan bertemu dengan saya lalu menceritakan tentang perdebatan antara seorang dosen dan mahasiswa yang terjadi di kelasnya. Sang dosen menyatakan tidak mau menerima Madzahib karena merupakan hasil fikir manusia yang rentan mengandung kesalahan. Wallahu a’lam, saya tidak tahu apakah mata kuliah yang sedang dikaji adalah Ushul Fiqh atau Sejarah Kebudayaan Islam.

Di lain fihak, sang mahasiswa menyatakan tidak mau menggunakan Ushul Fiqh dengan alasan yang sama karena Ushul Fiqh merupakan hasil fikir manusia yang juga rentan mengandung kesalahan. Sebagai bukti ia membawakan contoh kaidah Ushul Fiqh: “Al-Ashlu Fil Amri Lil Wujuub” yang mestinya berarti “Pada asalnya perintah itu menunjukkan Wajib,” namun dalam prakteknya dapat menunjukkan sunnah yang berarti menunjukkan pula dualisme hasil yang tidak mungkin kedua-duanya bisa dipakai karena merujuk kepada dua hal yang berbeda.

Lalu harus bagaimana? Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 12 November 2011 in Tulisan Bebas

 

Khutbah Iedul Adha 1432 H

(Sejatinya Khutbah ini siap posting pada malam Ied Al-Adha, namun dikarenakan jaringan paket data IM3 yang saya gunakan agak ngeyel -karena setelah berkali-kali saya coba posting ternyata tetap tidak mampu mengupload seluruh isi khutbah ini sekaligus-, maka, terpaksalah baru bisa diupload hari ini setelah seluruh darah hewan kurban kering dan seluruh jamaah haji Indonesia undangan khusus dari Raja Abdullah As-Saud telah kembali ke tanah air. Bagi kloter jamaah haji standar Kemenag yang pulang secara bertahap… afwan, saya hanya bisa mendoakan mudah-mudahan selamat sampai di tanah air dan diganjar Allah dengan haji mabrur, bukan mabuuur)

Muqaddimah

الحمد لله، الذي شرّع على المسلمين الحج والعمرة، والصيام والتضحية، لتكون لهم علامةَ الإيمانِ والطاعة.

نحمده ونستعينه ونستغفره ونستهديه، في كل لحظة وثانية يعطيها لنا من عنده فرصة وبركة.

ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، عياذا متلوا بالمغفرة والرحمة والتوبة والسماحة.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، خالقُ السماوات والأرض وما بينهما من البرية.

وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، خاتمُ الأنبياء والمرسلين وحامل تعب الرسالة بكل حماسة.

فالصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم لقاء رب الجنة.

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون.

وقد قال الله تعالى في القرآن الكريم: ياأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

Puji syukur hanyalah untuk Allah Ta’ala, Yang telah memberikan nikmat dan rahmat-Nya, petunjuk dan ampunan-Nya, kepada seluruh kaum muslimin di manapun mereka berada.

Puji syukur hanyalah untuk Allah Ta’ala, Yang mempertemukan kaum muslimin dalam kumpulan-kumpulan jama’ah dan Yang mengundang mereka ke padang Arafah.

Puji syukur hanyalah untuk Allah Ta’ala, Yang mempersaudarakan kita dalam ikatan Aqidah suci, Aqidah Tauhid, Aqidah Ibrahim, Ismail dan Ishaq Alaihimus Salam dan Aqidah seluruh Nabi.

Shalawat serta salam, semoga tetap tercurah atas Rasulillah Muhammad bin Abdillah, yang berjuang bertaruh nyawa di medan da’wah dan jihad, demi tegaknya kalimatillah. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 12 November 2011 in Tulisan Bebas

 

Panduan membuat makalah Pesantren PERSIS Bangil

Untuk santri-santri dan santriwati-santriwati kelas 6 yang masih kebingungan harus memulai dari mana, berikut saya upload file workshop penulisan makalah beberapa waktu yang lalu:

Panduan membuat Makalah (PDF)

Panduan membuat Makalah (Powerpoint 2010)

Semoga bermanfaat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 29 Desember 2010 in Tulisan Bebas

 

Antara Lailatul Qadar, Nuzulul Qur’an dan Salah Kaprah

by Fatahillah

Sudah jamak dirayakan orang pada setiap 17 Ramadhan, suatu momen yang disebut sebagai Nuzulul Qur’an. Pada saat itu, diadakanlah ceramah-ceramah umum yang dihadiri ummat ini, baik pembesar ataupun rakyat dengan diawali pembacaan Al-Quranul Karim dengan gaya mujawwad layaknya musabaqah tilawatil qur’an.

Entah siapa yang pertama kali mengadakan perayaan Nuzulul Qur’an ini. Namun yang menarik adalah, mengapa tanggal 17? Read the rest of this entry »

 
Komentar Dinonaktifkan pada Antara Lailatul Qadar, Nuzulul Qur’an dan Salah Kaprah

Ditulis oleh pada 1, 31 Agustus 2010 in Tulisan Bebas

 

Para Penemu Yang Tidak Rela

Sebagai suatu eksistensi cerdas berumur ribuan tahun, manusia telah mengalami banyak perkembangan pemikiran dan juga telah mengalami banyak penemuan-penemuan positif dalam tiap generasi kehidupannya.

Ketika pertama kali manusia menemukan batu api yang bisa dibentuk menjadi senjata pemburu, bisa dibayangkan bagaimana para manusia pra sejarah tersebut memperbaiki taraf kehidupan mereka pada hal yang sangat mendasar yaitu kebutuhan akan makanan. Mereka yang terbiasa berburu dengan melemparkan batu-batuan ke arah hewan-hewan buruan mereka yang notabene membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membunuh, kini mereka menemukan pengalaman baru bahwa melempar suatu tombak bermata batu api tajam ke tubuh hewan-hewan tersebut jauh lebih efektif dan lebih cepat dibanding melemparinya dengan batu-batu tumpul. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 12 September 2008 in Tulisan Bebas

 

Stop Asal Ngomong apalagi Ngomong Asal!!!

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Q.S. Al-Israa’ 36). Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 3 April 2008 in Tulisan Bebas