RSS

Arsip Kategori: 02. Al-Mu’rab dan Al-Mabni

Kajian tentang pembagian Isim dari segi I’rab dan Bina’.

Al-Mu'rob dan Al-Mabni (bagian 6)

6. Af’aalul Khomsah

Definisi dari Af’aalul Khomsah adalah tiap Fi’il Mudhori’ (yang menunjukkan masa sekarang atau yang akan datang) yang bersambung dengan Alif Itsnanin (huruf Alif yang menunjukkan bilangan dua), Wawu Jama’ah (huruf Wawu yang menunjukkan bilangan jamak) atau Yaa’ Mukhotobah (huruf Yaa’ yang menunjukkan orang ke dua tunggal).

Maksudnya adalah tiap kata kerja (Fi’il Mudhori’) yang bersambung dengan salah satu dari 3 huruf di atas.

Seperti: Wazan تَفْعَلاَنِ dan يَفْعَلاَنِ (bersambung dengan Alif Itsnain), Wazan تَفْعَلُوْنَ dan يَفْعَلُوْنَ (bersambung dengan Wawu Jama’ah) dan Wazan تَفْعَلِيْنَ (bersambung dengan Yaa’ Mukhotobah).

Aturan seperti ini berlaku pada seluruh wazan Fi’il Mudhori’ seperti dikenal dalam Ilmu Tashrif. Berikut beberapa contoh:

يَرْفَعَانِ تَرْفَعَانِ يَرْفَعُوْنَ تَرْفَعُوْنَ تَرْفَعِيْنَ (mengangkat).

يَقِيَانِ تَقِيَانِ يَقُوْنَ تَقُوْنَ تَقِيْنَ (menjaga). Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 17 Agustus 2010 in 02. Al-Mu'rab dan Al-Mabni

 

Al-Mu'rob dan Al-Mabni (bagian 5)

4. Jam’ul-Muannats Salim

Definisi dari Jama’ Muannats Salim adalah kata jamak untuk jenis perempuan yang selamat –dari pembentukan jamak yang tidak mengikuti kaidah-.

Maksudnya adalah tiap kata yang menunjukan bentuk jamak untuk jenis perempuan yang pembentukannya melalui kaidah pembentukan kata jamak yaitu dengan menambahkan huruf Alif dan Taa’ pada akhir kata Mufrod (tunggal).

Seperti: المُسْلِمَاتُ (orang-orang muslim perempuan) yang dibentuk dari kata المُسْلِمُ (seorang muslim) yang kemudian ditambah dengan huruf Alif dan Taa’ menjadi المُسْلِمَاتُ . Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 11 Agustus 2010 in 02. Al-Mu'rab dan Al-Mabni

 

Al-Mu'rob dan Al-Mabni (bagian 4)

Isim-isim Yang Dianggap Sebagai Jam’ul-Mudzakkar Salim

Selain dari Jama’ Mudzakkar Salim yang murni, ada juga beberapa isim yang sebenarnya tidak masuk kriteria Jama’ Mudzakkar Salim tetapi bahasa arab memperlakukannya seperti Jama’ Mudzakkar Salim, di antaranya adalah:

1.   Isim Jama’ (Isim yang berarti jamak dan tidak ada bentuk tunggalnya).

Contoh: أُوْلُوْ (yang punya…), عَالَمُوْنَ (alam semesta), عِشْرُونَ (dua puluh) dan yang semisalnya.

2.   Jama’ Taksir (jamak yang pembentukannya tidak seperti Jama’ Mudzakkar Salim/Muannats Salim).

Contoh: بَنُوْنَ (Anak-anak), حَرُّوْنَ  (tanah-tanah yang keras), أَرْضُوْنَ (bumi-bumi), سِنُوْنَ (tahun-tahun) dan yang semisalnya. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 7 Agustus 2010 in 02. Al-Mu'rab dan Al-Mabni

 

Al-Mu'rob dan Al-Mabni (bagian 3)

3. Jam’ul-Mudzakkar Salim

Definisi dari Jama’ Mudzakkar Salim adalah kata jamak untuk jenis laki-laki yang selamat –dari pembentukan jamak yang tidak mengikuti kaidah-.

Maksudnya adalah tiap kata yang menunjukan bentuk jamak untuk jenis laki-laki yang pembentukannya melalui kaidah pembentukan jamak yaitu dengan menambahkan huruf Wau dan Nun pada akhir kata Mufrod (tunggal).

Seperti: المُسْلِمُوْنَ (orang-orang muslim laki-laki) yang dibentuk dari kata المُسْلِمُ (seorang muslim) yang kemudian ditambah dengan huruf Wau dan Nun menjadi المُسْلِمُوْنَ . Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 1, 4 Agustus 2010 in 02. Al-Mu'rab dan Al-Mabni

 

Al-Mu'rob dan Al-Mabni (bagian 2)

Macam-macam Binaa’

Binaa’ terbagi menjadi empat; yaitu:

  1. As-Sukun atau Al-Waqf (Diam & berhenti). Sukun adalah asal dari segala Binaa’, hal ini  karena sukun artinya diam; dan diam adalah mabni; di samping fakta bahwa sukun adalah harakat yang paling mudah diucapkan yang membuatnya dapat masuk pada ketiga unsur Al-Kalim.

Contoh: مَنْ (Siapa/Isim), قُمْ (Berdirilah/Fi’il) dan مِنْ (Dari/Harf). Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 1, 3 Agustus 2010 in 02. Al-Mu'rab dan Al-Mabni

 

Al-Mu'rob dan Al-Mabni (bagian 1)

Al-Kalim dilihat dari harakat akhirnya terbagi menjadi dua yaitu Al-Mu’rob dan Al-Mabni.

Al-Mu’rob

Al-Mu’rob secara bahasa diambil dari kata Al-I’rob yang setidaknya punya 6 arti yaitu: keterangan, penguasaan dengan sempurna, baik, perubahan, penghapusan kerusakan dan pembicaraan dalam bahasa arab.

Al-Mu’rob secara istilah juga diambil dari definisi Al-I’rob yaitu: “Bekas yang tampak ataupun tersembunyi yang dihasilkan oleh ‘Amil –kata/kondisi yang berpengaruh- di akhir kata” atau “Perubahan akhir Al-Kalim –isim, fi’il dan harf- dengan sebab perbedaan ‘Amil yang mempengaruhinya.” Dengan demikian Al-Mu’rob adalah: “Al-Kalim yang berubah-ubah harakat akhir atau beberapa hurufnya karena pengaruh ‘Amil.” Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1, 2 Agustus 2010 in 02. Al-Mu'rab dan Al-Mabni